Get Adobe Flash player

INFORMASI : SILAHKAN KUNJUNGI WEBSITE TERBARU WMC DI : mediasiwalisongo.com ATAU SILAHKAN LANGSUNG KLIK DISINI... TERIMA KASIH...

Walisongo Mediation Center

Latar Belakang Berdirinya WMC

Selepas jatuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, berbagai konflik terjadi di Indonesia, mulai dari konflik agama, politik, dan etnik. Kebebasan yang tiba-tiba dirasakan oleh bangsa Indonesia dan keguncangan dalam ranah politik membawa kepada kegelisahan sosial dan berbagai konflik yang disertai kekerasa. Kerukunan yang dipaksakan pada era Orde Baru tiba-tiba runtuh di tengah pencarian pola politik dan sosial di kalangan masyarakat Indonesia. Indonesia tampak berada di ambang perpecahan dan situasi chaos di tengah konflik-konflik tersebut.

Situasi tersebut memunculkan keprihatinan di kalangan akademisi, termasuk akademisi UIN (Sebelumnya IAIN) Walisongo. berbagai konflik yang terjadi menantang para aktivis akademik dan sosial di UIN Walisongo untuk memberikan sumbangsih untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. selain sebagai akademisi, para dosen UIN Walisongo pada dasarnya adalah tokoh agama atau tokoh masyarakat di lingkungan masing-masing. Ketidakstablian sosial dan konflik menjadi tema diskusi di kampus, yang memunculkan ide untuk mendirikan sebuah lembaga yang memberikan perhatian khusus bagi mediasi dan resolusi konflik.

Walisongo Mediation Center (WMC) berdiri setelah adanya serangkaian diskusi di kalangan para dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN), sekarang Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam merespon perkembangan mutakhir bidang sosial, politik, dan keagamaan. Tumbuh kebutuhan terhadap mediasi dan resolusi konflik di Indonesia. Pilihan kepada mediasi dan resolusi konflik didasari pertimbangan bahwa Penyelesaian Konflik Alternatif (APS) adalah pendekatan yang memungkinkan di tengah ketidakpercayaan publik terhadap lembaga politik dan hukum di Indonesia pada saat itu. Para pemimpin IAIN yang terlibat di diskusi tersebut mendukung sepenuh hati pembentukan badan baru yang kemudian disebut dengan Walisongo Mediation Center (WMC).

Secara resmi, Walisongo Mediation Center didirikan pada 4 Agustus 2004. Center ini sekarang berada di naungan IAIN Walisongo. Upacara pentahbisan WMC dihadiri oleh H. Mardiyanto (yang kemudian menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah), Prof. Dr. Abdul Djamil, M.A (Rektor UIN Walisongo), dan tamu-tamu lainnya. Prof. Achmad Gunaryo diangkat sebagai direktur WMC pertama, sampai digantikan oleh Dr. Imam Taufiq, M.Ag pada tahun 2011, yang menjabat sebagai direktur WMC hingga saat ini.